Freelander 8 Cetak Rekor Guinness di Tibet
Freelander 8 berhasil mencatatkan rekor Guinness World Records setelah mencapai ketinggian 6.002,33 meter di atas permukaan laut (mdpl) di wilayah Xizang, Tibet, China.
SUV yang dikembangkan oleh Chery Jaguar Land Rover (Chery-JLR) tersebut berhasil melampaui rekor sebelumnya untuk kendaraan hybrid yang dibuat oleh BYD Fang Cheng Bao Bao 5 dengan capaian 5.980,05 meter pada 2024. Selisihnya mencapai 22,28 meter.
Pendakian Freelander 8 dilakukan pada 22 Agustus 2026 melalui jalur sepanjang sekitar 1.480 meter dengan kenaikan vertikal sekitar 200 meter. Medan yang dilalui berupa bebatuan lepas dan permukaan tanah berbatu.
Hadapi Udara Tipis di Ketinggian 6.000 Meter
Tantangan terbesar dalam pengujian Freelander 8 bukan hanya kemiringan jalur, tetapi juga kondisi udara yang sangat tipis.
Pada ketinggian sekitar 6.000 meter, tekanan udara turun menjadi sekitar 47,2 kPa. Kondisi tersebut membuat tekanan parsial oksigen kurang dari setengah dibandingkan permukaan laut.
Kondisi seperti ini dapat menjadi tantangan bagi kendaraan yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal sebagai sumber tenaga. Semakin tipis udara, semakin sedikit oksigen yang tersedia untuk proses pembakaran.
Namun, SUV besutan chery-Jaguar ini menggunakan sistem Extended-Range Electric Vehicle (EREV). Mesin bensin 1,5 liter turbo pada kendaraan ini tidak secara langsung menggerakkan roda, melainkan berfungsi sebagai generator untuk memasok energi listrik.
Mesin Turbo Freelander 8 Tetap Bekerja di Udara Tipis
Dalam pengujian di Tibet, pihak Chery-JLR menyebut mesin 1,5 liter turbo pada Freelander 8 mampu mempertahankan sekitar 80 persen kapasitas pembangkit listriknya selama pendakian.
Kemampuan tersebut didukung sistem turbocharger yang bekerja untuk mengompensasi rendahnya tekanan udara di ketinggian.
Dengan mempertahankan pasokan udara yang memadai ke mesin, range extender tetap dapat menghasilkan energi untuk sistem penggerak listrik meskipun kendaraan beroperasi dalam kondisi ekstrem.
Freelander 8 Punya Tenaga hingga 818 Hp
Selain mesin range extender, Freelander 8 mengandalkan dua motor listrik dengan sistem penggerak semua roda atau AWD.
Konfigurasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan hingga 610 kW atau sekitar 818 hp. Motor listrik depan menghasilkan 360 kW, sedangkan motor belakang memiliki output hingga 250 kW.
Motor belakang juga terhubung dengan transmisi reduksi dua percepatan. Konfigurasi ini menjadi salah satu bagian penting ketika SUV ini harus menghadapi tanjakan terjal dengan kecepatan rendah.
Torsi Roda Capai 8.000 Nm
Pada rasio gigi rendah, sistem penggerak belakang Freelander 8 mendapatkan penggandaan torsi sekitar 1,5:1.
Hasilnya, torsi pada roda dapat mencapai angka ekuivalen hingga 8.000 Nm. Rasio tersebut bekerja mirip sistem low-range pada kendaraan off-road konvensional.
Keuntungan lainnya adalah motor listrik tidak harus bekerja dengan torsi dan arus yang terlalu tinggi untuk menghasilkan daya dorong besar pada kecepatan rendah.
Hal ini menjadi penting ketika kendaraan harus melakukan pendakian dalam waktu lama karena sistem pendinginan berbasis udara juga menghadapi kondisi yang lebih sulit di atmosfer tipis.
Gunakan Baterai 60,33 kWh
Sebagai kendaraan EREV, Freelander 8 tetap menggunakan baterai berkapasitas besar untuk menyuplai tenaga kepada motor listrik.
Model ini menggunakan baterai CATL Freevoy NMC berkapasitas 60,33 kWh dan arsitektur kelistrikan 800V.
Dengan konfigurasi tersebut, Freelander 8 dapat mengandalkan tenaga listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin berfungsi sebagai range extender ketika dibutuhkan.
Konsep ini memungkinkan kendaraan memiliki karakter berkendara seperti mobil listrik, tetapi tetap mempunyai fleksibilitas penggunaan energi dari bahan bakar.
Freelander 8 Bukan SUV Off-Road Konvensional
Menariknya, Freelander 8 menggunakan konstruksi bodi unibody, bukan ladder frame seperti sejumlah SUV off-road konvensional.
SUV ini memiliki panjang 5.118 mm dengan wheelbase 3.040 mm dan menggunakan suspensi udara dengan continuous variable damping control (CDC).
Karena itu, pencapaian di Tibet menjadi salah satu pengujian menarik terhadap kemampuan sistem penggerak, suspensi, serta manajemen energi kendaraan dalam kondisi ekstrem.
Namun, rekor tersebut tetap perlu dilihat sesuai konteksnya. Rekor Guinness membuktikan kemampuan Freelander 8 mencapai ketinggian tersebut, tetapi tidak secara otomatis berarti kendaraan tersebut memiliki ketahanan jangka panjang yang sama untuk seluruh kondisi off-road.
Lampaui Rekor BYD Fang Cheng Bao Bao 5
Sebelum Freelander 8, rekor ketinggian untuk kendaraan hybrid dicatat oleh BYD Fang Cheng Bao Bao 5.
Bao 5 berhasil mencapai ketinggian 5.980,05 meter di Tibet pada Juli 2024. Freelander 8 kemudian mencatatkan angka 6.002,33 meter atau lebih tinggi sekitar 22,28 meter.
Perbandingan tersebut membuat pencapaian SUV ini menjadi perhatian di industri kendaraan elektrifikasi, khususnya karena kendaraan ini menggunakan sistem EREV dan tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama.
Apakah Teknologi Freelander 8 Relevan untuk Penggunaan Harian?
Rekor di ketinggian 6.002,33 meter menunjukkan bagaimana sistem EREV, turbocharger, motor listrik AWD, dan transmisi dua percepatan bekerja dalam kondisi ekstrem.
Namun bagi konsumen, tantangan yang berbeda justru berada pada penggunaan sehari-hari.
Kemampuan kendaraan mempertahankan performa di perkotaan, efisiensi energi, kenyamanan, pengendalian, serta kepraktisan EREV akan menjadi faktor yang lebih relevan bagi pengguna.
Freelander 8 sendiri telah mulai dipasarkan di China pada September 2026. Model ini juga membawa berbagai teknologi modern seperti arsitektur 800V, sistem bantuan berkendara Huawei Qiankun ADS 5, dan sensor LiDAR.
Sumber: https://www.blackxperience.com/blackauto/autonews/suv-freelander-8-cetak-rekor-dunia-guinness-di-tibet-seperti-apa