Chery Technician Skill Contest 2026 Uji Teknisi EV
Chery Indonesia kembali menguji kemampuan tenaga teknis melalui Chery Technician Skill Contest 2026. Kompetisi ini tidak hanya mengukur kemampuan teknisi dalam menangani kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE, tetapi juga berbagai teknologi kendaraan elektrifikasi.
Ajang tersebut diikuti 212 teknisi dari jaringan resmi Chery di Indonesia. Kompetisi menjadi salah satu upaya untuk memastikan tenaga teknis memiliki kemampuan yang sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif, khususnya semakin beragamnya kendaraan elektrifikasi.
212 Teknisi Ikuti Chery Technician Skill Contest 2026
Chery Technician Skill Contest 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga kompetisi keterampilan teknisi yang digelar Chery di Indonesia.
Para peserta menghadapi sejumlah pengujian teori dan praktik. Materinya mencakup pemahaman produk, pemeriksaan kendaraan sebelum diserahkan kepada konsumen, perawatan berkala, hingga proses diagnosis dan troubleshooting ketika terjadi masalah teknis.
Dari total 212 peserta, sebanyak 12 teknisi berhasil lolos ke tahap regional. Selanjutnya, lima peserta terbaik melaju ke babak final nasional.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari ketepatan diagnosis, prosedur pemeriksaan, penggunaan peralatan, efisiensi waktu, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan dan prosedur kerja.
Teknisi Diuji Menangani ICE hingga PHEV
Salah satu hal yang menarik dalam kompetisi tahun ini adalah cakupan teknologi kendaraan yang diuji.
Peserta dituntut memahami karakteristik dan prosedur penanganan berbagai jenis kendaraan, meliputi:
ICE (Internal Combustion Engine)
BEV (Battery Electric Vehicle)
HEV (Hybrid Electric Vehicle)
PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)
Perbedaan teknologi tersebut membuat kebutuhan kompetensi teknisi semakin luas. Selain memahami sistem mesin konvensional, tenaga teknis juga perlu menguasai sistem penggerak elektrifikasi, perangkat elektronik, baterai, serta metode diagnosis yang sesuai dengan masing-masing kendaraan.
Baca juga: Teknologi kendaraan Chery terbaru
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting seiring bertambahnya pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar otomotif Indonesia.
Diagnosis Akurat Jadi Salah Satu Penentu
Dalam pekerjaan teknisi, kemampuan menemukan sumber masalah menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas layanan purnajual.
Karena itu, kompetisi tidak hanya menguji apakah peserta mampu memperbaiki kendaraan. Teknisi juga dinilai dari bagaimana mereka melakukan pemeriksaan, menggunakan perangkat diagnosis, menentukan penyebab masalah, dan menjalankan prosedur perbaikan secara tepat.
Aftersales Director Chery Business Unit, Denny MT, mengatakan peningkatan kompetensi tenaga teknis diperlukan untuk mengikuti perkembangan teknologi otomotif.
“Kompetensi yang semakin kuat akan mendukung layanan purnajual yang lebih optimal dan efisien,” ujar Denny.
Menurutnya, kemampuan diagnosis dan penanganan kendaraan sesuai prosedur turut menentukan kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen.
Kendaraan Listrik Butuh Kompetensi Berbeda
Perkembangan kendaraan elektrifikasi membawa tantangan baru bagi tenaga teknis. Teknisi tidak cukup hanya memahami mekanikal kendaraan, tetapi juga harus memahami berbagai sistem kelistrikan dan elektronik yang digunakan.
Pada kendaraan elektrifikasi, terdapat komponen seperti baterai tegangan tinggi, motor listrik, inverter, sistem kontrol elektronik, hingga perangkat lunak diagnostik.
Penanganan komponen tersebut membutuhkan pengetahuan khusus sekaligus penerapan prosedur keselamatan yang ketat. Terlebih, sistem tegangan tinggi memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda dibandingkan sistem kelistrikan kendaraan konvensional.
Karena itu, peningkatan kemampuan teknisi menjadi bagian penting dalam memastikan kendaraan tetap mendapatkan perawatan sesuai standar.
Rafael Nistel Rooy Surentu Raih Juara Pertama Chery Technician Skill Contest
Setelah melalui berbagai tahapan pengujian, Rafael Nistel Rooy Surentu dari OAP Manado berhasil meraih posisi pertama dalam kompetisi tahun ini.
Posisi kedua ditempati Dede Saehuna dari Bintang Mitra Purwokerto, sedangkan peringkat ketiga diraih Slamet Widodo dari AEM Yasmin Bogor.
Hasil tersebut menjadi gambaran dari proses seleksi yang menuntut peserta memiliki kemampuan teknis, ketelitian, kecepatan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Berpeluang Lanjut ke Kompetisi Internasional
Kompetisi keterampilan tersebut tidak berhenti pada pengujian kemampuan teknisi di tingkat nasional.
Teknisi terbaik Indonesia berkesempatan melanjutkan kiprahnya ke kompetisi tingkat internasional. Kesempatan ini sekaligus dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan pengalaman dalam menangani perkembangan teknologi kendaraan.
Bagi Chery, pengembangan sumber daya manusia di jaringan purnajual menjadi bagian penting seiring bertambahnya model dan teknologi kendaraan yang dipasarkan.
Dengan semakin beragamnya kendaraan ICE, BEV, HEV, dan PHEV, kemampuan tenaga teknis akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan setelah kendaraan berada di tangan konsumen.
Kompetensi Teknisi Jadi Bagian dari Layanan Purnajual
Perkembangan teknologi otomotif membuat industri tidak hanya dituntut menghadirkan kendaraan dengan fitur dan teknologi terbaru. Dukungan setelah pembelian juga harus berkembang mengikuti karakter kendaraan.
Kompetisi seperti Chery Technician Skill Contest 2026 menjadi salah satu cara untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga teknis dalam menghadapi perubahan tersebut.
Dengan penguasaan teknologi konvensional dan elektrifikasi, teknisi diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih tepat, aman, dan efisien kepada konsumen.
Sumber: https://ekonomi.republika.co.id/berita/tmgvu6348/chery-gelar-kompetisi-keterampilan-teknisi-untuk-kendaraan-elektrifikasi